Jakarta, 24 Agustus 2025 — Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) menyelenggarakan rapat pleno nasional pada tanggal 23–24 Agustus 2025 di Hotel 88 Kebayoran, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh universitas di Indonesia yang memiliki Program Studi Kedokteran Hewan, dan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan profesi dokter hewan ke depan.
Rapat pleno ini mengusung lima agenda utama yang krusial bagi pengembangan mutu dan tata kelola pendidikan kedokteran hewan:
- Pembentukan Kolegium Kedokteran Hewan Indonesia AFKHI merintis pembentukan Kolegium sebagai lembaga profesi yang akan bertanggung jawab dalam menetapkan standar kompetensi, sertifikasi, dan pengembangan berkelanjutan bagi dokter hewan. Kolegium ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dan asosiasi dalam menjaga kualitas layanan veteriner nasional.
- Penataan Kurikulum Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) secara Nasional Penataan kurikulum dilakukan untuk menyelaraskan capaian pembelajaran, metode pengajaran, dan sistem evaluasi antar fakultas. Tujuannya adalah menciptakan standar nasional yang seragam dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu kedokteran hewan global.
- Evaluasi Pelaksanaan UKMPPDH oleh Komite Nasional Komite Nasional UKMPPDH memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan, baik dalam bentuk Computer-Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan sistem ujian nasional agar lebih akurat dalam mengukur kompetensi lulusan.
- Pelaksanaan Tryout UKMPPDH Tryout UKMPPDH akan dilaksanakan secara serentak di seluruh fakultas sebagai simulasi ujian nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan mahasiswa serta memperkuat sistem penjaminan mutu internal masing-masing institusi.
- Penamaan Program Studi AFKHI juga membahas penyeragaman nomenklatur Program Studi Kedokteran Hewan agar sesuai dengan regulasi nasional dan memudahkan pengakuan akademik serta profesional di tingkat internasional.








Ketua AFKHI, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., ph.D., menyampaikan bahwa rapat pleno ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antar institusi pendidikan kedokteran hewan. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan,” ujarnya.
Rapat pleno ini menegaskan komitmen AFKHI dalam mendorong transformasi pendidikan kedokteran hewan yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada kualitas. Hasil-hasil rapat akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan nasional dan pengembangan profesi dokter hewan di Indonesia.
